Senin, 30 Januari 2017

Operator dan Ekspresi dalam Bahasa C

1.   Operator dan Ekspresi

Operator adalah simbol-simbol yang digunakan untuk melaksanakan suatu pengolahan data, baik berupa bilangan maupun teks. Dengan menggunakan operator-operator tersebut, seorang pemrogram tidak perlu lagi secara khusus mempelajari bagaimana subuah perangkat keras komputer melaksanakan pengolahan terhadap data yang diberikan.
            C memiliki banyak sekali operator, menjadikan bahasa ini sangat ampuh dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Berbagai jenis operator yang dikenal oleh C dapat dikelompokkan atas : operator aritmatika, operator rasional, operator logika, operator bit-wise logika, dan beberapa operator khusus, misalnya operator sizeof,  operator penugasan, operator koma, operator bertingkat, operator alamat, operator bersyarat, dan operator cast. Masing-masing kelompok operator tersebut akan dibahas secara terperinci pada bagian berikut. Pembahasan mengenai operator ini dilengkapi pula dengan presedensi operator.

1.1   Operator Aritmatika

Operator adalah simbol-simbol yang digunakan untuk melaksanakan suatu pengolahan data, baik berupa bilangan maupun teks. Operator aritmatika adalah sekelompok operator yang digunakan untuk mengolah aritmatik.
Operator-operator *, /, %, +, dan – merupakan operator dyadic ataubinary operator, yakni operator yang membutuhkan dua operand: kiri dan kanan. Sedangkan operator yang hanya membutuhkan satu operand, disebutmonadic atau operator unary. Yang termasuk golongan operator ini adalah:inkremen (++) dekremen (--), unary minus (-), unary plus (+).

Operasi unary inkremen dan dekremen masing-masing berfungsi untuk menambah nilai variabel dengan satu dan mengurangi nilai variabel dengan satu. Operator unary minus dan unary plus berturut-turut digunakan untuk mengambil nilai negatif dan nilai positif dari suatu bilangan.


1.2 Operator Relasional


Operator relasional adalah binary operator yang digunakan untuk membandingkan suatu nilai. Dalam C, ada enam jenis operator relasional: lebih besar, lebih besar atau sama dengan, lebih kecil, lebih kecil atau sama dengan, sama dengan, dan tidak sama dengan.


1.3  Operator Logika


Operator logika adalah operator-operator yang berkaitan dengan operasi logika, seperti negasi, (ingkaran), konjungsi (dan), dan disjungsi (atau).


1.4  Operator Bitwise Logika


Operator bitwise logika memperlakukan operan-operand-nya sebagai sebuah kuantitas yeng terdiri dari bit-bit. Operasi dilakukan terhadap masing-masing bittersebut satu demi satu. Operator &&, ||, dan ! memperlakukan seluruhoperand-nya sebagai sebuah nilai benar atau salah yang tunggal. Sedangkan operator bitwise logika dikenakan secara parallel terhadap posisi bit secara individu.


1.5  Operator-operator Khusus


Disamping operator-operator yang telah dibahas sebelumnya, C memiliki beberapa operator lain yang bersifat khusus dan digunakan untuk maksud-maksud tertentu. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut

A. Operator sizeof


Operator sizeof adalah sebuah operator unary yang digunakan pada perhitungan jumlah byte yang dibutuhkan untuk menyimpan sebuah objek atau jenis data. Penentuan ini diperlukan karena sebagian besar jenis data dan variabel membutuhkan tempat penyimpanan internal yang berbeda antara satu komputer dengan komputer yang lain. Dengan penentuan ini, konsistensi data yang digunakan pada program dapat dipertahankan.

B.  Operator penugasan


Operator penugasan (assignment operator) adalah operator yang digunakan untuk memberikan nilai pada suatu variabel. Operator ini adalah binaryoperator, dengan sisi sebelah kirinya berupa lvalue, yaitu sebuah variabel tunggal yang mengacu ke memori komputer, sementara sisi sebelah kanannya dapat berupa lvalue atau rvalue. Rvalue adalah sebuah ekspresi yang bukanlvlaue, contohnya paling sederhana adalah konstanta. Selain itu operator penugasan juga dapat digabungkan dengan operator aritmatika dan operatorbitwise logika.




C. Operator koma


Operator koma digunakan untuk memisahkan sederetan nama variabel dalam sebuah deklarasi, memisahkan argument fungsi, menyatukan dua ekspresi menjadi sebuah pernyataan, memungkinkan pemberian lebih besar dari satu ekspresi pada harga awal, dan perbaikan harga pada struktur pengulangan.

D.  Operator bertingkat


Operator bertingkat (nested operator) adalah beberapa operator yang dikenakan di dalam sebuah ekspresi. Masing-masing operator di dalam ekspresi tersebut memberikan sebuah nilai yang kemudian dapat digunakan didalam ekspresi yang lebih besar.


E. Operator alamat


Operator alamat adalah operator yang memberikan alamat dari operand­-nya, misalnya &x memberikan alamat dari xOperand yang dikenakan pada & haruslah merupakan lvalue¸yang memiliki tempat penyimpanan di dalam memori.


F.  Operator bersyarat


Operator yang satu-satunya bersifat triadic (ternary operator) yang membutuhkan tiga buah operand dan dikenal juga sebagai ekspresi bersyarat. Ketiga buah operand yang dibutuhkan pada operator ini terdiri dari: satu ekspresi yang akan diuji dan dua ekspresi pilihan.


G.  Operator cast


Dalam sebuah program, pengkonversian jenis data secara otomatis sedapat mungkin hendaklah dihindarkan, khususnya pada kasus demosi, karena hal ini akan dapat menimbulkan hal-hal yan tidak diinginkan, misalnya terjadi pemotongan nilai (truncation).

            Adakalanya pengkonversian jenis data malah berguna dan perlu dilakukan. Dalam hal ini, C berprinsip untuk tidak memberikan batasan apapun dan melimpahkan tanggung jawab ke pemrogram untuk tidak menyalahgunakan kebebasan ini. Jadi, hendaklah pengkonversian dilakukan dengan dangat hati-hati sekali, sehingga jenis data yang dikonversi dapat dilakukan dengan tepat. Metode melakukan hal itu disebut casting, menggunakan operator berupa sepasang tanda kurung biasa.


1.6  Presedensi Keseluruhan Operator 


Sebagian operator dapat menimbulkan kekaburan karena menggunakan simbol karakter yang sama, baik sebagai operator unary maupun sebagai operatorbinary. Untuk mengatasi kekaburan ini dapat digunakan satu aturan yang menyatakan bahwa operator unary selalu memiliki presedensi yang lebih tinggi daripada operator binary.

Contohnya, -a memiliki presedensi yang lebih tinggi dari pada a – b dan &amemiliki presedensi yang lebih tinggi daripada a & b.


1.7  Ekspresi


Pada dasarnya, ekspresi adalah gabungan antara operator dan operand. Dari penggabungan operator dan operand ini dapat dibangun ekspresi-ekspresi yang lebih rumit. Namun demikian, bisa saja dalam bentuk paling sederhana, sebuah ekspresi hanya terdiri dari sebuah operand.

Jumat, 20 Januari 2017

Cara Setting IP di Linux Debian

      Saat penginstalan Linux Debian jika kita tidak memilih DHCP mungkin kita akan melewati tahap penginputan IP Address. Walaupun begitu, IP Address yang kita masukan belum tentu bisa langsung digunakan. Maka dari itu kita perlu melakukan konfigurasi IP Address di Linux Debian ini. Jika pada Linux Debian GUI mungkin karena Grafik Interface akan membuat kita mudah dalam konfigurasi ini.




Konfigurasi IP Address Linux Debian CLI




      Lain halnya pada Debian CLI tidak akan semudah pada GUI. Perintah-perintah yang diberikan adalah berupa script yang harus kita hafalkan jika ingin mahir dalam mengoperasikan Debian CLI ini.

Konfigurasi IP Address ini dilakukan untuk memberikan dan mengaktifkan alamat IP pada komputer sehingga dapat digunakan pada jaringan komputer.

Konfigurasi IP Address Pada Linux Debian CLI

  • Hidupkan komputer dengan Sistem Oerasi Linux Debian milik anda.
  • Login pada salah satu user.
  • Setelah login pada salah satu user Debian, kita perlu login ke super user. Caranya ketikan perintah “su” kemudian masukan password root. 
  • Selanjutnya buka file interface yang terdapat pada direktori /etc/network dengan menggunakan jendela editor pico. Maka ketikan perintah #pico /etc/network/interfaces
  • Ubah isi file interface menjadi seperti tampilan berikut.

Konfigurasi IP Address Linux Debian CLI


  • Ubah allow-hotplug menjadi auto. Untuk IP-nya sendiri silakan sesuaikan dengan aturan pemberian IP Address dan keinginan anda.
  • Setelah kita mengubah file interface, simpan perubahan tersebut dengan cara tekan tombol ctrl+o, lalu tekan enter. Kemudian tekan  ctrl+x untuk keluar dari pengeditan.
  • Selanjutnya kita membuka file sysctl.Conf yang terdapat pada direktori /etc/ dengan menggunakan jendela editor pico. Maka ketikan perintah #pico /etc/sysctl.conf
  • Ubah isi file sysctl.Conf menjadi seperti tampilan di bawah ini.

Konfigurasi IP Address Linux Debian CLI


  • Disini kita hanya menghapus "#" yang terletak sebelum kode net.ipv4.ip_forward=1
  • Simpan file sysctl.Conf yang telah diubah dengan menekan tombol ctrl+o, lalu tekan enter. Kemudian tekan tombol ctrl+x untuk keluar dari jendela editor pico.
  • Kemudian kita perlu menjalankan perintah restart service networking dengan mengetik perintah /etc/init.d/networking restart

Konfigurasi IP Address Linux Debian CLI


  • Jika hasilnya seperti tampilan di atas, maka konfigurasi ip address hampir berhasil.
  • Untuk menguji koneksi, ketikan perintah ping[spasi]ip address. Contoh ping 192.168.27.20 
      Jika proses ping berjalan lancar, maka dipastikan bahwa konfigurasi IP address telah berhasil. Proses ping pada sistem Linux Debian berjalan secara terus-menerus. Kita bisa mengakhiri proses ping dengan cara menekan tombol ctrl+c.
Setelah Konfigurasi IP Address Pada Linux Debian CLI ini selesai, maka selanjutnya adalah konfigurasi DNS.

Cara Setting IP di Windows 7

      Cara Setting IP Address Windows. IP Address (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP. Artikel ini membahas cara memberikan IP Address versi 4 yang sering di pakai. Cara Setting IP Address Windows  :






  1. Klik Start Menu atau Icon Windows Dan klik Control Panel. Terlihat pada gambar :                                                                    
  2. Setelah itu lihat menu Network and Internet lalu klik View network status and task. Terlihat pada gambar :                                                                                                                                                                                                          
  3. Setelah itu klik Change adapter setting. Terlihat pada gambar :                                                                                                                  
  4. Setelah itu klik kanan pada Local Area Network lalu pilih properties. Pastikan Network Adapter tidak di disable. Terlihat pada gambar :                                                                                                                                       
  5. Kemudian klik dua kali pada Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4). Nah setelah itu pilih Use the following IP Addres dan masukkan IP Address yang anda inginkan sesuai ketentuan jaringan anda seperti, Gatewaynya atau DNSnya. Setelah itu tekan OK.

Model Referensi OSI dan Standarisasi

      Untuk menyelenggarakan komunikasi berbagai macam vendor komputer diperlukan sebuah aturan baku yang standar dan disetejui berbagai pihak. Seperti halnya dua orang yang berlainan bangsa, maka untuk berkomunikasi memerlukan penerjemah/interpreter atau satu bahasa yang dimengerti kedua belah fihak. Dalam dunia komputer dan telekomunikasi interpreter identik dengan protokol. Untuk itu maka badan dunia yang menangani masalah standarisasi ISO (International Standardization Organization) membuat aturan baku yang dikenal dengan nama model referensi OSI (Open System Interconnection). Dengan demikian diharapkan semua vendor perangkat telekomunikasi haruslah berpedoman dengan model referensi ini dalam mengembangkan protokolnya. Model referensi OSI terdiri dari 7 lapisan, mulai dari lapisan fisik sampai dengan aplikasi. Model referensi ini tidak hanya berguna untuk produk-produk LAN saja, tetapi dalam membangung jaringan Internet sekalipun sangat diperlukan. Hubungan antara model referensi OSI dengan protokol Internet bisa dilihat dalam Tabel 1.



      Standarisasi masalah jaringan tidak hanya dilakukan oleh ISO saja, tetapi juga diselenggarakan oleh badan dunia lainnya seperti ITU (International Telecommunication Union), ANSI (American National Standard Institute), NCITS (National Committee for Information Technology Standardization), bahkan juga oleh lembaga asosiasi profesi IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) dan ATM-Forum di Amerika. Pada prakteknya bahkan vendor-vendor produk LAN bahkan memakai standar yang dihasilkan IEEE. Kita bisa lihat misalnya badan pekerja yang dibentuk oleh IEEE yang banyak membuat standarisasi peralatan telekomunikasi.


IEEE 802.1

Standarisasi interface lapisan atas HILI (High Level Interface) dan Data Link termasuk MAC (Medium Access Control) dan LLC (Logical Link Control).



IEEE 802.2

Standarisasi lapisan LLC.

IEEE 802.3
Standarisasi lapisan MAC untuk CSMA/CD (10Base5, 10Base2, 10BaseT,dll).

IEEE 802.4
Standarisasi lapisan MAC untuk Token Bus.

IEEE 802.5
Standarisasi lapisan MAC untuk Token Ring

IEEE 802.6
Standarisasi lapisan MAC untuk MAN-DQDB (Metropolitan Area Network-Distributed Queue Dual Bus).

IEEE 802.7
Grup pendukung BTAG (Broadband Technical Advisory Group).

IEEE 802.8 
Grup pendukung FOTAG (Fiber Optic Technical Advisory Group).

IEEE 802.9
Standarisasi ISDN (Intergrated Services Digital Network) dan IS (Intergrated Services) LAN.

IEEE 802.10
Standarisasi masalah pengamanan jaringan (LAN security).

IEEE 802.11
Standarisasi masalah wireless LAN (Wi-Fi) dan CSMA/CD bersama IEEE 802.3.

IEEE 802.12
Standarisasi masalah 100VG-AnyLAN.

IEEE 802.14
Standarisasi maslah protocol CATV.

IEEE 802.15
Wireless Personal Area Network (WPAN) Working Group.

IEEE 802.16
Broadband Wireless Access Working Group.

IEEE 802.17
Resilent Packet Ring Working Group.

IEEE 802.18
Radio Regulator TAG.

IEEE 802.19
Coexistence TAG.

IEEE 802.20
Mobile Broadband Wireless Access (MBWA) Working Group.

IEEE 802.21
Media Independent Handoftt Working Group.

IEEE 802.22
Wireless Regional Area Network.

Selasa, 15 November 2016

Fiber Optik

Pengertian Fiber Optik

      Pengertian Fiber Optik adalah sebuah Teknologi kabel yang menggunakan benang (serat) kaca atau plastik) mengirimkan data. Kabel Fiber optic terdiri dari seikat benang kaca, yang masing-masing mampu mentransmisi pesan modulasi ke gelombang cahaya. serat  kaca  biasanya memiliki diameter sekitar 120 mikrometer dengan yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain hingga jarak 50km tanpa menggunakan repeater. Sinyal-sinyal gelombang dapat berupa pengkodean komunikasi suara atau data komputer.
      Komunikasi Fiber optic tergantung pada prinsip cahaya pada medium kaca dapat Dapat membawa informasi lebih banyak dan jarak yang jauh dibanding sinyal listrik yang dibawa oleh media tembaga atau koaksial. Kemurnian serat kaca digabungkan  dengan sistem elektronik yang maju memungkinkan serat terlebih mengirimkan sinyal cahaya digital  melampaui jarak 100 km tanpa alat penguat. Fiber optik merupakan media transmisi yang ideal dengan sedikit transmisi loss, gangguan rendah dan potensi bandwidth yang tinggi.

Prinsip Kerja Fiber >Optik

      Struktur Fiber optic terdiri dari beberapa susunan yaitu Cladding, Core, dan Buffer Coating. Core atau inti merupakan serat kaca yang tipis menjadi media cahaya berjalan, sehingga pengiriman cahaya dapat dilakukan. Cladding merupakan lapisan luar yang melindungi Inti dan memantulkan kembali cahaya yang terpancar keluar kembali ke dalam inti. Sedangkan Buffer Coating adalah selubung plastik yang bertujuan melindungi serat dari kerusakan yang diakibatkan dari lengkungan kabel dan gangguan luar misalnya kelembaban.
      Prinsip kerja Fiber optik tergantung pada prinsip jumlah refleksi internal. Refleksi cahaya atau dibiaskan berdasarkan sudut yang menyerang permukaan. Prinsip ini berpusat pada cara kerja serat optik Membatasi sudut di mana gelombang cahaya dikirim memungkinkan untuk mengontrol secara efisien sampai ketujian. Gelombang cahaya ditutupi dengan inti dari fiber optik, dalam hal yang sama bahwa frekuensi sinyal radio ditutupi dengan coaxial cable.Gelombang cahaya diarahkan ke ujung serat dengan direfleksikan di dalam inti. Kabel Fiber optik biasanya diaplikasikan pada infrastruktur jaringan telekomunikasi misalnya pada jaringan telepon dan jaringan komputer.

Jenis-Jenis Kabel Fiber Optik

Ada dua jenis Kabel Fiber Optic:
single-mode
multimode.
      Kabel Fiber optik multimode adalah tipe yang digunakan untuk tujuan komersial. inti lebih besar dari serat single-mode memungkinkan ratusan modus cahaya tersebar melalui serat secara bersamaan. Selain itu diameter multimode memiliki serat  inti  lebih besar (diameter 0.0025 inch atau 62.5 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 850-1300 nm)
      Kabel Fiber optik  Single mode memiliki  inti yang lebih kecil (berdiameter 0.00035 inch atau 9 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 1300-1550 nm) yang memungkinkan hanya satu mode menyebarkan cahaya  melalui inti pada suatu waktu. serat Single mode dikembangkan untuk mempertahankan integritas data spasial dan spektrum dari masing-masing sinyal optik jarak yang lebih jauh, mengizinkan informasi akan disampaikan lebih lanjut. Baca Kabel Jaringan Komputer.

Ukuran Serat Optik

      Standar  yang umum digunakan untuk cladding atau selubung luar kabel fiber optik single mode  adalah 125 mikron untuk kaca,  dan 245 mikron untuk lapisan. Standar ini sangat penting kuntuk menyediakan jaminan Kompabilitas konektor, splices dan alat-alat yang digunakan di seluruh industri.
      Standar serat single-mode dikembangkan dengan inti yang kecil dengan kuran diameter sekitar 8-10 mikron. Fiber optik MultiMode menggunakan ukuran diameter inti dari 50 sampai 62,5 mikron

Kelebihan Dan Kekurangan Fiber Optik

Ada beberapa kelebihan Fiber optik antara lain:

  1. Kapasitas (bandwidth) yang besar dalam mentransmisi informasi yang ada memiliki kecepatan yang tinggi, hingga mencapai beberapa gigabit/detik.
  2. Sinyal degradasi lebih kecil,tidak terpengaruh pada gelombang elektromagnetik dan frekuensi radio Karena terbuat dari kaca dan plastik murni.
  3. Ukurannya kecil, ringan, Lebih tipis dan Fleksibel.: mempunyai diameter yang lebih kecil daripada kabel tembaga sehingga memudahkan suplai dan pemasangan.
  4. Murah jika membandingkannya dengan banyaknya daya transmisi dari kabel tembaga Kapasitas lebih besar
  5. Serat optik aman, Tidak mudah terbakar : tidak mengalirkan listrik.

Kekurangan Fiber Optik

      Dari sekian banya kelebihan yang ditawarkan penggunaan kabel fiber optic juga memiliki kekurangan antara lain harga yang relatif mahal dalam hal penyambungan, karena memerlukan alat khusus dan memerlukan keahlian dan ketelitian dalam penyambungan kabel fiber optik.